KUNJUNGI JUGA WEBSITE DINAS KAMI      DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN JEPARA 

 

 

RAGAM KULINER JEPARA

  • Posted on:  Saturday, 28 January 2017 12:28
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)

Berikut adalah Kuliner atau Jajanan Khas dari Kabupaten Jepara :

1. Adon - Adon Coro

Adon-adon coro merupakan minuman tradisional Jepara, terdiri dari bahan - bahan :

      • Jahe,
      • Gula merah,
      • Santan,
      • Potongan - potongan kecil daging kelapa muda (dibakar), serta
      • Rempah - Rempah.lainnya

Cara pembuatannya adalah : Jahe + Gula merah + Santan + Potongan - potongan kecil daging kelapa muda direbus dengan air secukupnua sampai mendidih. Sedangkan rempah-rempah sebagai jamu penolak masuk angin diracik (dicampur) tersendiri.

Cara penyajiannya : satu sendok jamu ditaruh di dalam mangkok, lalu disiram dengan wedang jahe dan diminum selagi masih panas / hangat.

Minuman ini sangat cocok diminum saat musim penghujan. Penjual minuman Adon - Adon Coro banyak kita jumpai di pelataran sekitar Shopping Centre Jepara (SCJ) di sebelah utara Alun-alun Jepara. Harganya cukup murah dan dijamin dapat menghangatkan serta menyehatkan badan.

2. Es Gempol Pleret

Bahan-bahannya terdiri dari gempol, pleret, santan, dan gula cair. Pleret berasal dari tepung beras yang dibuat adonan, dibentuk dan diberi warna lalu dikukus. Gempol berbentuk bulat sebesar kelereng sedangkan pleret berbentuk seperti kantong kecil. Cara penyajiannya sangat sederhana, gempol/pleret dimasukkan gelas/mangkok lalu disiram dengan santan serta gula cair atau sirup. Gempol dan pleret dapat disajikan sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Bagi yang suka minuman segar, dapat ditambah es secukupnya.

3. Es Dawet / Cendol

Bahan minuman ini adalah cendol, cendol sendiri terbuat dari tepung sagu/aren, gula merah, dan santan. Semua bahan dicampur jadi satu dalam gelas/mangkok, bila diperlukan ditambah aroma/rasa buah tertentu, paling nikmat bila dicampur buah durian dan bila diperlukan ditambah es secukupnya.

 4. Moto Belong

Cara membuat moto belong adalah singkong diparut dan diperas lalu diisi pisang masak dan dibentuk seperti kapsul (bila perlu diberi warna). Setelah itu dibungkus daun pisang dan dikukus. Penyajiannya dengan cara dipotong/diiris tipis-tipis (sehingga berbentuk menyerupai bola mata) dan dicampur dengan parutan kelapan yang ditambah sedikit gula & garam.

5. Poci

Poci terbuat dari adonan tepung ketan dan santan kemudian dibentuk kerucut dan dibungkus daun pisang. Didalamnya diisi campuran parutan kelapa; gula merah lalu dikukus.

 6. Pecel Ikan Laut Panggang

Adalah ikan laut yang dipanggang (dibakar) dan disajikan bersama sambal santan.

7. Horok-horok

Horok-horok adalah tepung sagu yang dikukus. Setelah masak dituang dalam tempayan dan diaduk dengan sisir. Sehingga walaupun kenyal dan liat, namun bentuknya menjadi butiran-butiran kecil menyerupai sterofoam. Untuk menambah rasa, bisa ditambahkan sedikit garam dan dimakan sebagai campuran bakso, gado-gado, pecel, atau sate kikil.

 8. Bontosan

Bontosan merupakan bahan baku kerupuk tengiri. Daging ikan tengiri yang dihaluskan dicampur dengan tepung beras dan dibentuk gelondongan (seperti kapsul) lalu dibungkus daun pisang/plastik kemudian dikukus.

9. Moka

Sejenis kue lapis terdiri dari + 5 lapisan. Bahan pembuatnya : tepung beras, tepung tapioka, gula merah, gula pasir, santan, garam, pala, dan daun pandan (sebagai aroma). Tepung beras, tapioka, gula pasir, dan santan dubuat adonan dan direbus lalu dicurahkan sehingga membentuk 3 lapisan. Kemudian tepung beras, tapioka, gula merah & santan direbus dan dicurah pada 2 lapisan atas. Pada permukaan paling atas ditaburi pala yang ditumbuk (dihaliskan). Sedangkan garam & daun pandan merupakan pelengkap dalam setiap adonan.

10. Kacang Listrik / Oven

Biji kacang yang masih terbungkus kulit ari diberi bumbu bawang putih dan garam lalu dikeringkan (diangin-angin). Kemudian digoreng dengan pasir putih sampai masak. Jangan lupa, kacang dituang ke pasir setelah pasir dalam keadaan panas.

11. Krupuk Tengiri,kerapu

Bahan baku kerupuk tengiri adalah bontosan (sesuai point 8) yang diiris tipis lalu dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Setelah kering digoreng dengan minyak goreng atau dengan pasir putih (istilahnya kerupuk bakar).

 12. Carang Madu

Bahan pembuat carang madu adalah tepung beras, gula merah, dan bumbu (garam dll.). Cara pembuatannya : tepung dibuat adonan agak encer dan dibentuk seperti sarang/jaring laba-laba (dengan media plastik yang diberi lubang kecil di sudutnya) lalu dijemur hingga kering. Setelah itu digoreng, selagi masih panas diberi tetesan adonan gula merah.

13. Sop Udang

Sop udang sama dengan sop pada umumnya, hanya saja ada memakai kaldu udang ditambah udang goreng dan cabe mentah yang ditumbuk (digeprek). Sop ini akan lebih nikmat dimakan selagi masih panas / hangat.

14. Pindang Srani

Bahan utamanya ikan (diusahakan ikan segar) ditambah bumbu-bumbu : bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, sereh, jahe, terasi (sedikit), gula merah, garam, merica / lada, daun salam, dan lengkuas. Semua bumbu diracik dan direbus, setelah air mendidih ikan dimasukkan sampai masak. Diusahakan jangan terlalu lama supaya lebih fresh dan protein ikan tidak banyak yang hilang.

15. Durian Petruk

Asal mula durian ini adalah dari Dukuh Randusari Desa Tahunan – Jepara. Bentuk buahnya bulat telur terbalik (ujungnya agak runcing), kulit buahnya tipis (+ 3 mm), dan warnanya hijau kekuningan. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya sangat manis, namun aromanya tidak begitu tajam / menyengat. Jumlah pongge per buah berkisar antara 5-10 biji sempurna. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Kemampuan produksi antara 50 – 150 buah per pohon dengan berat buah masing-masing antara 1 kg. – 1,5 kg.

Durian Petruk sekarang sudah dilepas sebagai varietas unggul nasional dan terus diteliti untuk dikembangkan. Setiap tahun, di Jepara selalu diadakan Lomba Buah-Buahan dengan durian sebagai kontestan utamanya. Event ini berlangsung pada bulan Desember, saat musim durian mencapai puncaknya.

Sentra penjualan durian di Jepara adalah Pasar Ngabul (7 km sebelum masuk kota Jepara dari arah Kudus). Tapi jika anda ingin menikmati buah durian sambil menikmati suasana pedesan, anda dapat membeli langsung kepada pemilik pohon yang tersebar hampir disemua desa di Kecamatan Tahunan dan Kecamatan Jepara, dan biasanya harganya lebih murah.

16. Bolu Cuplik

Bolu ini sangat unik karna bahan dan cara pembuatannya sangat tradisional tidak memakai bahan pengawet pengembang dan pewarna. Bahan Telur, Terigu, gula, margarin. pemangganngan yang dilakukan menggunakan kayu bakar dengan oven besar

17. Gelek

Gelek adalah jajanan tradisional khas Jepara.  Jajanan gelek terbuat dari tepung terigu protein sedang/ all purpose flour, gula pasir, telur, soda kue, garam, vanili.

Cara membuat :

    1. Dalam baskom masukkan telur, gula pasir, soda kue, garam, dan vanili kemudian mixer sampai pucat.
    2. Masukkan tepung terigu, uleni hingga kalis. (Bentuk adonannya memang agak keras, karena tidak ada penambahan air)
    3. Bentuk adonan menjadi bulat-bulat, kemudian goreng dengan minyak panas dengan api kecil, setelah agak merekah api dibesarkan. Angkat dan siap disajikan.

18. Cetot

CETOT adalah salah satu kue basah atau makanan ringan khas Jepara. Makanan  ini sudah ada sejak nenek moyang kita pada waktu zaman dahulu.  Jajanan cetot memiliki bentuk yang lucu dan memiliki warna yang menarik. Tekksturnya yang kenyal seperti jelly membuat lidah serasa ingin terus digoyang olehnya.

Read 1783 times Last modified on Wednesday, 02 September 2020 07:42

>> PENCARIAN

>> KALENDER

October 2020
S M T W T F S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

>> ARTIKEL POPULER

  • STATISTIK KUNJUNGAN WISATA 2019 +

     DATA STATISTIK KUNJUNGAN WISATAWAN TAHUN Read More
  • STATISTIK 2018 +

    LAPORAN KUNJUNGAN WISATAWAN TAHUN 2018 Read More
  • STATISTIK 2017 +

    LAPORAN KUNJUNGAN WISATAWAN TAHUN 2017 Read More
  • STATISTIK 2016 +

    LAPORAN KUNJUNGAN STATISTIK WISATAWAN TAHUN Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4