INHOUSE TRAINING

  • Posted on:  Thursday, 13 December 2018 15:26
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)

Pembekalan & Peningkatan Sumber Daya Manusia – DPC HPI Karimunjawa

 

13 Desember 2018, bertempat di Aula Kecamatan Karimunjawa. Dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kab. Jepara yang kali ini diwakilkan oleh Kepala Bidang Pemasaran Ibu Dra. Florentina Budi K., M.Si., Forkopimcam, dan Balai Taman Nasional Karimunjawa. Dua tahun ini, Pemerintah Kabupaten Jepara telah menetapkan pengembangan pariwisata sebagai prioritas pembangunan Jepara ke depan. Pariwisata kita jadikan prioritas karena tren saat ini, pariwisata bukanlah kebutuhan sekunder atau bahkan tersier, tetapi menjadi kebutuhan pokok manusia dimana pun di seluruh dunia.

Aktivitas yang terkait dengan pergerakan manusia maupun barang, tentu akan menstimulasi perekonomian daerah yang dilaluinya. Wisatawan yang datang berbondong-bondong dari jauh, tentu menggunakan jasa biro travel untuk mengatur perjalanannya dengan jasa transportasi. Dalam perjalanan, mereka tentu tidak lepas pula dari penikmatan terhadap jasa makan minum. Adanya interaksi dengan perbankan, penginapan, tempat rekreasi, tempat hiburan, serta unsur jasa milik masyarakat lainnya, secara simultan akan terus menghasilkan dampak berganda (multiplier effect), yang ujung-ujungnya meningkatkan pendapatan daerah maupun masyarakat sekitaran destinasi wisata. Faktor inilah yang mengindikasikan bahwa peran pariwisata mampu membuka peluang investasi sangat luas.

Meskipun peluang pengembangan pariwisata di Jepara sangat besar, peluang ini tidak akan mampu kita manfaatkan jika kita tidak mampu mengembangkan pariwisata secara terencana, sistematis dan berkelanjutan. Saya memandang, setidaknya ada tiga faktor penentu keberhasilan pembangun pariwisata di daerah, yaitu:

Pertama, komitmen pemerintah daerah. Sebagai regulator, pemerintah daerah wajib memberikan iklim usaha yang kondusif. Bagi para investor, layanan pemerintah daerah, biaya, dan lama waktu yang dibutuhkan untuk pendirian usaha di daerah adalah determinasi bagi mereka untuk menilai sejauhmana komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan investasi di berbagai sektor di daerah, termasuk pariwisata. Kemudahan investasi ini telah kita berikan sehingga bisa kita lihat banyak investasi di sektor pariwisata di Jepara.

Selain sebagai regulator yang baik, pemerintah daerah dituntut juga sebagai fasilitator yang baik. Fasilitasi ini sudah kita berikan baik melalui promosi maupun penyelenggaraan event-event pariwisata yang kita gelar rutin setiap tahun.

Kedua, tersedianya sarana dan prasarana fisik yang memadai dan pemeliharaan obyek pariwisata.    Ketersediaan fasilitas fisik seperti bandara udara, terminal, stasiun dan pelabuhan di daerah menjadi pertimbangan penting bagi para investor agar mereka bersedia berinvestasi di daerah. Selain itu, mereka juga ingin mengetahui apakah akses ke obyek wisata itu mudah ditempuh dengan berbagai moda yang ada, serta berapa kali dalam sehari atau seminggu moda yang ada melayani dari dan ke obyek wisata. Ini terus kita lakukan untuk Karimunjawa dan destinasi wisata lainnya di Jepara. Saya pikir, perkembangannya sudah semakin menggembirakan. Transportasi dari dan ke Karimunjawa semakin mudah dengan banyak moda transportasi. Pun demikian, infrastruktur jalan ke obyek wisata, baik obyek wisata yang dikelola pemerintah maupun yang dikelola desa/BUMDes juga semakin baik.

Ketiga, Pemanfaatan teknologi internet untuk pemasaran wisata. Saat ini kita hidup di era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penggunakan internet secara massif. Peluang ini tentunya harus dimanfaatkan baik oleh pemerintah daerah maupun pelaku usaha. Dengan promosi melalui internet, jangkauan kita tidak hanya beberapa orang tetapi jutaan orang di dunia. Bahkan ada slogan: We are in the internet era. If we are not online, we are not on-sale. Sambutan dari Wakil Bupati Kabupaten Jepara Dian Kristiandi.

Dalam laporan HPI Karimunjawa, disampaikan HPI adalah ujung tombak dalam pariwisata, HPI juga salah satu badan yang legal dinama sebagai tempat untuk menampung para pramuwisata – pramuwisata yang berkompeten. Pada kesempatan kali ini guna meningkatkan SDM khususnya DPC HPI Karimunjawa sendiri diberikan 5 materi, yaitu :

1.       Pengenalan Ekosistem Terumbu Karang Dan Biota Laut oleh Balai Taman National Karimunjawa (Bp. Endang Abdul Rohman)

2.       Kode Etik dan SOP HPI Oleh HPI Karimunjawa (Bp. Muslikan SPKP)

3.       Penanganan Sampah Wisata di Karimunjawa oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jepara (Bp. Lulut Andi Ariyanto, S.T)

4.       Public Speaking Oleh Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kab. Jepara (Ibu Dra. Florentina Budi K., M.Si.)

5.       Dasar Pertolongan Pertama oleh HPI Karimunjawa (Bp. Nur Khoir S.AP)

Materi Public Speaking yang dipaparkan oleh Ibu florentina, sebagai seorang Pramuwisata harus menyiapkan 5 hal dasar ini :

a.       Menjaga Kondisi Fisik Pramuwisata

b.      Mental atau Percaya Diri

c.       Materi atau Ilmu terkait Obyek Wisata, Rate, Schedule, dll yang sekiranya dibutuhkan oleh wisatawan

d.      Performance

e.      Pro-aktif, karena seorang pramuwisata merupakan ujung tombak dalam pariwisata

 

Read 44 times Last modified on Thursday, 13 December 2018 15:52

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish